Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Ibosport

Gunakan Pemain Tidak Sah, Ekuador Terancam Didiskualifikasi dari Piala Dunia 2022

Ekuador Terancam Didiskualifikasi dari Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan di Qatar sudah ada di depan mata. Namun, nasib buruk justru menghantui Ekuador. Timnas Ekuador yang tergabung di Grup A bersama Qatar, Senegal, dan Belanda terancam didiskualifikasi.

Ekuador yang berhasil finis keempat di klasemen akhir Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL diterpa kabar pemalsuan paspor dan akta kelahiran salah satu pemainnya, Byron Castillo. Protes itu diungkapkan pihak Timnas Chile yang mengungkapkan bahwa Castillo lahir di Kolombia dan tidak memiliki hak atas kewarganegaraan Ekuador. 

Pemalsuan Tahun Lahir dan Nama 

Chile sendiri sebenarnya sudah mengajukan klaim sejak awal 2022. Mereka mengatakan bahwa Ekuador meraih tiket Piala Dunia dengan cara tidak sah karena ada satu pemain yang ilegal. Akan tetapi, FIFA menolak klaim tersebut pada musim panas lalu sehingga Timnas Ekuador tetap lolos ke Piala Dunia 2022 yang akan dilangsungkan di Qatar.

Hal senada diungkapkan oleh Media Inggris, Daily Mail, yang mengatakan bahwa sang pemain mengubah dokumennya sehingga bisa membela Ekuador di Piala Dunia 2022. Daily Mail mempublikasikan wawancara resmi yang dilakukan kepala Komisi Investigasi FEF dengan Castillo pada tahun 2018.

Media lain, Sportsmail, turut menerbitkan sebuah surat yang menguraikan kesimpulan dari Komisi Investigasi yang disampaikan pada Desember 2018 lalu, di mana Castillo mengakui bahwa namanya adalah Byron Javier Castillo Segura. Namun, di Ekuador, ia namanya diubah menjadi Byron David Castillo Segura.

Selain memalsukan nama, Castillo juga memalsukan tahun lahirnya. Pemain beruesia 23 tahun ini sebenarnya lahir pada 1995, bukan 1998. Kepindahannya ke Ekuador semata-mata untuk mengejar karier sepak bola dan untuk mendapatkan identitas baru, Castillo dibantu oleh pebisnis Ekuador.

Jika terbukti bersalah, Ekuador terancam mendapatkan sanksi berat dari FIFA. Mulai dari denda, larangan berpartisipasi pada laga FIFA, hingga dicoret dari Piala Dunia 2022 yang akan dimulai pada November mendatang.

Negara yang Pernah Dijatuhi Larangan Bermain di Piala Dunia FIFA

Skandal paspor Ekuador bisa jadi ancaman serius bagi timnas tersebut. Tak hanya terhenti dari ajang Piala Dunia 2022, Ekuador juga terancam absen di sejumlah laga besar di bawah naungan FIFA. Namun, jauh sebelum Ekuador, sebenarnya pernah ada sejumlah negara yang dilarang tampil di Piala Dunia. 

Jerman & Jepang (Piala Dunia 1950)

Pada tahun 1942 dan 1946 Piala Dunia pernah dibatalkan karena Perang Dunia II. Turnamen bergengsi ini kembali bergulir pada 1950. Namun, Jerman dan Jepang dilarang mengikuti Piala Dunia karena peran mereka dalam konflik global enam tahun. 

Afrika Selatan (Piala Dunia 1961 – 1992)

Afrika Selatan juga pernah mengalami nasib serupa akibat kebijakan rasis pertamanya dalam olahraga pada tahun 1956. Negara tersebut membagi liga berdasarkan ras. Menurut South African History Online, klub sepak bola milik kulit hitam secara resmi tidak diakui sebagai anggota yang setara dengna klub milik kulit putih.

Pada tahun 1961, Afrika Selatan pun dikeluarkan dari FIFA dan dipuhkan kembali pada tahun 1963. Tetapi, pada tahun 1966 Afrika Selatan kembali dikeluarkan setelah mengusulkan untuk mengirim tim kulit putih untuk Piala Dunia Inggris.

Meksiko (Piala Dunia 1990)

Meksiko juga pernah dilarang tampil dalam Piala Dunia 1990. FIFA melarang Meksiko berlaga dalam Piala Dunia setelah menurunkan empat pemain yangaberada di atas batas usia pada babak kualifikasi turnamen junior dunia. 

Dua negara lainnya yang juga mendapatkan larangan bermain dari FIFA adalah Myanmar pada Piala Dunia 2006 dan Rusia pada Piala Dunia 2022 setelah invasi ke Ukraina.